Aplikasi Tambak Ikan – Udang

Bagaimana 1M-Bio®Quatic bekerja?

Sebagai Pupuk bio-Organik, probiotik dan Pengendali Bakteri Pathogen:

  • 1M-Bio®Quatic memberikan asupan unsur Hara Makro dan Mikro (N, P, K, Mg, Ca, Fe, dsb) yang siap diserap oleh tanaman (kelekap, phytoplankton dll)
  • Mengikat Nitrogen dari Udara, air dan tanah, melarutkan Phospor yang berada di tanah sehingga dapat diserap oleh tanaman
  • Mikroba yang terkandung dalam produk ini dapat membatasi jumlah bakteri patogen sehingga infeksi penyakit menjadi lebih kecil
  • Hasil budidaya menjadi aman untuk dikonsumsi manusia karena tidak menggunakan zat kimia beracun sebab hama penyakit yang biasanya dibasmi dengan racun juga akan menjadi minimal
  • Menurunkan Feed Conversion Ratio karena dengan bertambahnya makanan alami dan peningkatan daya serap usus terhadap pakan (bersifat probiotik) maka penggunaan pakan dapat berkurang secara signifikan
  • Pemberian 1M-Bio®Quatic yang bersifat organik ini akan mengurangi resiko yang mungkin terjadi pada pemupukan kimia anorganik atau pupuk kandang, karena proses fermentasi dari 1M-Bio®Quatic telah sempurna maka resiko peningkatan kebutuhan oksigen (BOD) menjadi kecil (proses dekomposisi tidak terjadi di dalam kolam). Pertumbuhan phytoplankton akan tetap berlanjut dengan baik (tidak ada kekuatiran terjadinya kerapatan yang tidak dikehendaki).
  • Bakteri yang terkandung dalam produk ini juga bersifat probiotik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menambah nafsu makan serta memperbaiki proses penyerapan dalam usus ikan/udang yang tentunya akan mempercepat pertumbuhan.
  • Pemupukan dengan 1M-Bio®Quatic akan memungkinkan pola Polikultur untuk diterapkan karena dengan pencernaan yang baik maka kotoran ikan yang dihasilkan dapat berfungsi sebagai makanan bagi jenis ikan seperti nila, sehingga akan meningkatkan keuntungan.

Dosis dan Cara Pemakaian

Pra Tebar Benih:

  • Tahap I: Untuk pertumbuhan Kelekap gunakan Dosis: 80 Liter/Ha lalu diairi sampai 5-10cm dibiarkan tergenang dan menguap
  • Tahap II: Pengulangan Tahap I dengan dosis 60 Liter/Ha lalu diairi kembali 5-10cm
  • Tahap III: Tanami lumut bila diperlukan dan diairi sampai kedalaman 40cm
  • Tahap IV: Penebaran benih

Pemberian Berkala:

  • Berikan 1M-Bio®Quatic secara berkala 2 minggu sekali dengan dosis 40 Liter/Ha
  • Pertumbuhan Plankton diamati dengan secci disc.
  • Bila secci disc tidak terlihat pada kedalaman 25cm maka dosis 20 Liter/Ha dapat digunakan pada aplikasi selanjutnya.
  • Bila secci disc tidak terlihat pada kedalaman 35cm maka dosis dikembalikan pada 40 Liter/Ha pada aplikasi berikutnya.

Pengukuran Manfaat Pemupukan:

Respon pemupukan dapat diukur dari tingkat pertumbuhan phytoplankton. Ketika phytoplankton berlimpah, maka air akan berwarna hijau agak keruh atau kecoklatan. Bila air kolam tidak terlalu berlumpur, pengukuran hijau keruh yang disebabkan oleh berlimpahnya phytoplankton dapat dilakukan.
Secchi Disc berdiameter 20 cm dan berwarna hitam putih seperti gambar di bawah ini. Mengukur kerapatan plankton dilakukan dengan menurunkan disc ke dalam air pada tengah hari (sinar matahari tegak lurus dengan disc). Pembacaan kedalaman dilakukan persis pada saat secchi disc tidak kelihatan pada saat diturunkan.

Cara Penggunaan Secchi Disc:

Seringkali lebih mudah melakukan pengukuran ini secara manual dengan mengukur kedalaman tangan. Cara manual ini pada prinsipnya sama dengan secchi disc. Lengan digunakan sebagai pengganti tongkat dan telapak tangan digunakan sebagai pengganti disc.

Secci Disc Manual:

Tingkat kedalaman (kelimpahan) phytoplankton ini memberikan gambaran mengenai apa yang harus dilakukan oleh pembudidaya akan kondisi tambak/kolam yang ditangani sesuai dengan jenis ikan/udang serta perlakuan pemupukan yang harus dilakukan.
Pemberian pupuk anorganik (kimia) akan mempercepat pertumbuhan phytoplankton pada saat awal, akan tetapi pemberian secara berlebihan akan mengakibatkan terlalu tingginya densitas phytoplankton yang berujung pada tidak tembusnya sinar matahari sehingga akan mengakibatkan terhentinya pertumbuhan phytoplankton. Kerugian lainnya adalah pupuk kimia anorganik rawan untuk termakan oleh ikan yang dapat mengakibatkan kelambatan pertumbuhan ikan/udang.
Pemberian Pupuk Kandang secara langsung adalah alternatif dari pemupukan kimia anorganik karena lebih murah, akan tetapi tetap membawa masalah yang tidak kurang sedikit yaitu faktor patogen. Pemberian pupuk kandang dalam jumlah yang berlebihan akan sangat berbahaya karena akan terjadi proses dekomposisi kotoran oleh bakteri pengurai di dalam kolam, hal ini akan berlanjut kepada berkurangnya oksigen dalam air yang tentunya merupakan resiko yang sangat tinggi dalam budi daya ikan/udang. Sumber: ICAAE, Auburn University, Alabama, Amerika Serikat, 2002
Share

Leave a Reply