Memenuhi Kebutuhan Tanaman Dengan Baik dan Benar

Beberapa tahun terakhir ini makin sering kita dengar ‘GAGAL PANEN’. Banyak alasan yang menjadikan seolah-olah Gagal Panen adalah karena alam, karena cuaca, karena iklim, karena bencana, karena hama, karena karena dan karena yang lain. Mengapa kita tidak menjadi mawas diri? Mengapa kita selalu menyalahkan pihak yang di luar kita? Mengapa kita menyalahkan Alam? Menurut kami masalah yang mungkin tidak mampu kita atasi hanya BENCANA, sisa lainnya sanggup kita atasi, asalkan kita mau toleran dengan alam menggunakan bahan-bahan organik.

Pertanyaan itu selalu menggelitik di benak kami yang membuat kami untuk terus berpikir, belajar, melakukan banyak percobaan, mendengar keluhan petani, meneliti sesanggup kami sehingga pada akhirnya kami mengambil beberapa kesimpulan yang mungkin masih mentah, tapi kami mencoba untuk memberanikan diri mendahului para PAKAR AHLI atau mengulangi sesuatu yang sebenarnya rekan-rekan sekalian telah mengetahuinya. Mencoba menulis sesuatu yang kami temukan secara kebetulan, yang kami temukan sewaktu bergumul dengan tanaman, dengan tanah, dengan petani naif, yang kami dapatkan adalah pencerahan-pencerahan yang mungkin bisa kami bagi bersama teman-teman petani. Semoga bermanfaat walaupun tidak terlalu  bermakna…

  1. Pra Tanam
    • Olah tanah dengan benar, pembalikan tanah dengan bajak atau traktor untuk membersihkan Gulma (rumput dsb) sampai ke akarnya. Jangan tinggalkan gulma hidup dalam lingkungan tanam. Jangan gunakan herbisida untuk membasmi gulma kecuali herbisida organik (tetapi biayanya mahal).
    • Jangan pernah memberikan pupuk kimia N anorganik sebagai pupuk dasar.
    • Jangan memberikan pupuk kandang mentah sebagai pupuk dasar.
    • Bila memungkinkan untuk mendapatkan Aktivator yang bagus (mis: 1M-Bio®KPos, yang bisa bekerja dengan cepat (10 hari) sebagai aktivator/fermentor langsung di atas tanah ) maka pupuk kandang mentah boleh ditebar di lahan yang mau ditanami dan kemudian disirami dengan Aktivator, ditunggu 10 hari kemudian bisa langsung ditanami di atas pupuk kandang yang sudah matang tersebut.
    • Gunakan bokashi (bahan organik yang kaya akan sumber hayati atau dengan kata lain pupuk kandang atau pupuk nabati yang telah difermentasi secara baik dan benar) bila memungkinkan.
    • Tidak perlu terlalu tebal pemberian Bahan Organik ini karena hanya untuk mencukupi hidup awal tanaman sampai dengan pemupukan I.
    • 1M-Bio®KPos dengan pemberian 60-80 liter/Ha dapat menggantikan Bokashi atau pupuk kandang.
  2. Pemupukan I: tanaman memiliki fasa hidup yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Petani biasanya telah mengetahui kapan harusnya pemupukan pertama secara standar umumnya sama. Jangan sampai pemupukan pertama itu terlambat, karena pertumbuhan fasa awal SANGAT PENTING. Pembentukan ‘frame/kerangka’ tanaman berawal dari saat ini, bila terlambat maka kemungkinan besar hasilnya akan lebih kerdil.
  3. Gunakan pupuk yang sesuai standar baik jenis maupun jumlahnya, contoh: Padi dengan Urea max. 400Kg/Ha (Bila pemupukan dilakukan 3 kali, maka berikan 50% di usia 15-20 hari) dan sisanya 30% dan 20% (gunakan campuran NPK pada pemupukan terakhir untuk bulir padi lebih maksimal).
  4. Penyiangan: Jangan sampai terlambat melakukan penyiangan rumput dsb, karena gulma-gulma ini sangatlah mengganggu pertumbuhan tanaman sebab gulma juga menyerap hara sehingga terjadi persaingan dengan tanaman yang masih kecil, tentunya gulma yang akan menang sehingga tanaman akan jadi kerdil karena kekurangan Hara.
  5. Kami sarankan menggunakan tambahan Pupuk Organik cair yang DISIRAMKAN KE TANAH, yang akan berfungsi sebagai MOBILISATOR Hara kepada tanaman (mis: 1M-Bio®KPos) dengan dosis 40 lt/Ha sesaat setelah pemupukan I.
  6. Bila dibutuhkan pada pemupukan II, 1M-Bio®KPos diberikan kembali sebanyak 40 lt/Ha
  7. Telitilah tanaman setiap hari sehingga serangan awal hama dapat diketahui, lakukan penyemprotan dengan 1M-Bio®CAD 3(tiga) hari sekali bila serangan hama cukup tinggi untuk mengusir atau mencegah hama kembali datang.
  8. Menurut pengalaman kami, selama perawatan tanaman mengikuti cara-cara di atas dengan baik, maka niscaya saat panen akan berhasil maksimal.

STANDARD MUTU PUPUK ORGANIK CAIR (POC)

(PerMenTan No.28/Permentan/OT.140/2/2009)

Beberapa Parameter Penting dalam pemilihan Pupuk Organik Cair yang bermutu:

PARAMETER SATUAN STANDAR Apa ini?
C-Organik % >=4 Kandungan C-Organik
N,P,K % <2 Indikasinya bila melebihi 2%, maka patut diduga POC telah dicampur dengan Kimia Anorganik, Karena Bahan Organik sedikit sekali yang melebihi 2%.
Patogen cfu/g <102 Untuk Salmonella harusnya Negatif (=)karena tingkat bahayanya.
Mikroba Fungsional cfu/g Point penting dalam hal ini bukan hanya jumlah bakteri akan tetapi tingkat keaktifan bakteri, banyak pun percuma bila tidak bekerja.

Banyak sekali beredar POC pada saat ini dan telah mendapatkan ijin dari Departemen Pertanian akan tetapi kualitasnya di lapangan sangat tidak memadai, contoh:

  1. Bakteri kelihatan aktif di bawah mikroskop ketika di aplikasikan ke tanah dan terkena pupuk kimia anorganik, bakteri tersebut melemah
  2. Bakteri patogen, terutama salmonella masih terlihat aktif sekali di bawah mikroskop
  3. Untuk mendapatkan spesifikasi Hara yang tinggi, produsen mencampurnya dengan pupuk kimia anorganik sehingga ada yang Nitrogrennya sampai 5% tapi masih mencantumkan diri sebagai Pupuk Organik Cair.
  4. Tidak bertahan lama di pasar, hanya sesaat karena petani hanya membeli untuk mencoba tanpa mengerti mana yang baik dan mana yang tidak. Banyak produsen yang mensiasati dengan berganti-ganti kemasan untuk mengelabui hal ini.
  5. Cara pakai yang keliru, disemprotkan di daun sebagai pupuk, padahal yang diperlukan adalah membantu akar menyerap hara dari lingkungan tumbuh.
  6. Banyak yang memberi kesaksian dengan mengatakan bahwa dengan POC maka tidak diperlukan pupuk kimia anorganik, padahal dalam aplikasinya digunakan pupuk kandang yang kadar unsur haranya kira-kira sama dengan pupuk kimia anorganik (tapi tidak disebutkan).

Saran kami dalam pemilihan Pupuk Organik Cair dan pemakaian yang baik dan benar adalah sebagai berikut:

  1. POC wajib digunakan di atas tanah, karena berguna sebagai mobilisator unsur hara. Pemakaian di daun adalah supplemen bukan yang utama, untuk kebutuhan pencegah serangan hama.
  2. POC harus murni dari bahan organik tanpa campuran unsur hara, akan tetapi bila diberikan pada masa pratanam, unsur haranya dapat mencukupi untuk hidup tanaman sampai dengan pemupukan pertama. Mengapa? Karena bagi petani organik, pupuk kimia anorganik akan mengganggu standarisasi Oganics Food.
  3. POC harus bisa bekerja sama dengan Pupuk Kimia anorganik untuk menghemat proses aplikasi, artinya apabila dalam aplikasinya dicampur dengan pupuk kimia anorganik, bakteri tidak akan terganggu.
  4. Produk yang baik adalah produk yang 3M (Murah, Mudah aplikasi dan Mutu tinggi). Mahal itu tidak identik dengan Mutu tinggi akan tetapi Nurani strategi pemasaran.
  5. Kenapa Harus Murah? Agar petani mau memakainya di atas tanah, itu yang petani perlukan secara umum pada saat ini, bila kita membela kepentingan petani maka efisiensikanlah proses produksi agar bisa dijual murah sehingga POC dapat digunakan untuk menggantikan Kompos dasar (untuk petani non organik) dan sebagai fermentor (aktivator) pupuk kandang (bagi petani Organik).
  6. Kenapa Harus Mudah? Petani tidak mau repot dengan memberikan aplikasi masing-masing pupuk kimia anorganik dan POC, sehingga POC seringkali ditinggalkan walaupun dibutuhkan.
  7. Mutu? Jelas ini adalah hal yang utama dan tidak ada substitusi kata-kata untuk hal ini.
Share

Leave a Reply