1M-Bio®PZ – Established Probiotics Enzyme in Poultry Feed

Apa itu enzym?

Enzym adalah protein dan ‘biocatalyst’. Seperti protein lainnya, terdiri dari asam amino rantai panjang yang terikat oleh peptida. Protein ada dalam semua sel hidup, mengatur proses metabolisme dimana nutrisi diubah menjadi energi dan sel baru. Lebih lanjut, enzym berguna dalam proses pembongkaran materi makanan ke dalam bentuk yang lebih sederhana. Enzym yang berada dalam alat pencernaan adalah pepsin, tripsin dan peptida berfungsi membongkar protein menjadi asam amino, lipase memisahkan lemak menjadi gliserol dan asam lemak, dan amilase mengubah tepung menjadi gula sederhana.

Enzym sangat spesifik bila dibandingkan dengan katalis anorganik seperti asam, basa, logam dan logam oksida. Enzym hadir dalam setiap sistem biologis. Datang dari sistem alami, dan ketika didegradasi menjadi asam amino dapat langsung terserap dalam alam. Enzym hanya bekerja pada bahan material terbarukan. Buah, biji-bijian, susu, lemak, daging, kulit dan kayu adalah bahan yang dapat dikonversikan secara enzymatik dalam industri.

Bagaimana Enzyme Terbentuk?

Titik awal dari pembentukan enzym adalah seleksi ‘strain’ mikroorganisma yang akan berkembang biak dengan cepat. Satu bakteri atau fungi dapat memproduksi sejumlah enzym dalam jumlah sangat kecil, tetapi dengan jutaan bahkan milyaran mikroorganisma tentu dapat memproduksi enzym sangat banyak. Proses multiplikasi mikroorganisma ini disebut fermentasi.

Enzyme untuk Pakan Ternak

Pakan ternak terbentuk dari campuran materi tumbuhan, biji-bijian dan protein nabati yang tidak dapat tercerna secara sempurna oleh hewan ternak. Untuk itu dibutuhkan enzym yang membantu proses pencernaan. Banyak biji-bijian yang memiliki energi dalam bentuk NSP (NonStarch Polysaccharides), yang dikenal sebagai serat. Enzym berfungsi memecah NSP sehingga akan menaikkan kegunaan energi metabolisme dan protein.

Dalam beberapa jenis biji-bijian, sebagian besar NSP dapat larut dan menyebabkan naiknya viskositas dalam usus kecil pada hewan ‘monogastric’ (memiliki satu perut, mis. unggas, dsb) sehingga pencernaan menjadi tidak seimbang. Dengan penggunaan enzym mikrobial yang baik maka secara parsial akan membongkar NSP ini, menurukan viskositas dalam usus dan menaikkan daya serap pakan. Banyak protein yang berasal dari nabati, seperti bungkil kedelai juga mengandung NSP. Tambahan enzym mikrobial terpilih dapat digunakan memecah NSP dan membuatnya tersedia bagi hewan.

Banyak materi nabati yang digunakan dalam pakan ternak, bagian besar dari mineral pospor terikat dalam bentuk ‘phytic acid’, yang tidak tercerna oleh hewan ‘monogastric’. Phytase membebaskan sebagian ikatan pospor sehingga dapat mengurangi penambahan kadar pospor sebesar 25-30%.

Enzyme untuk Pakan Ternak Unggas (Poultry Feed)

Biaya utama dalam industri ternak unggas adalah pakan, yang berbasis biji-bijian. Jagung memiliki NSP terlarut yang rendah dan merupakan biji-bijian yang ideal untuk pakan unggas. Biji-bijian lain yang mengandung NSP tinggi akan menyebabkan ketidak seimbangan penyerapan pakan.

Beberapa jenis biji-bijian harus dihindari dalam menu pakan ternak unggas karena efek dari NSP. Gandum misalnya akan menyebabkan pertumbuhan yang buruk bagi unggas, juga akan terjadi ‘wet dropping’ (kotoran basah) karena viskositas di usus menjadi terlalu tinggi yang disebut ‘beta glucan’. Dengan penambahan enzym mikrobial pada pakan akan dapat mengurangi ‘wet dropping’ tersebut, penyerapan pakan lebih sempurna sehingga akan di dapat ‘performance’ yang jauh lebih baik.

MEKANISME KERJA probiotics

Aktivitas Mikrobial – Melawan Patogen

  • Menurunkan pH luminal
  • Sekresi peptida antimikroba
  • Mencegah invasi bakteri patogen
  • Menghalangi adhesi bakteri patogen pada sel epithelial

Memperbaiki Fungsi Pertahanan

  • Meningkatkan pembentukan mucus
  • Memperbaiki integritas sistem pertahanan tubuh

Immunomodulation – Modulator Sistem Kekebalan tubuh

  • Efek pada sel epithelial
  • Efek pada sel dendritic
  • Efek pada monocytes/macrophage
  • Efek pada lymphocytes
    • B lymphocytes
    • NK cells
    • T cells
    • T cell redistribution

1M-Bio®PZ – Established Probiotics Enzyme

1M-Bio®PZ adalah probiotik Enzym yang tercipta dari inovasi bioteknologi tercanggih yang diproses dalam lingkungan yang sterilisasinya terjaga sempurna dengan penggunaan bahan-bahan organik dan mikroorganisme terpilih. Pengembangan kondisi lingkungan berbasis alam ini tidak dapat tercipta dalam sekejap, butuh waktu panjang menerapkan basis bioteknologi tersebut di lapangan. Kami 1M-Bio® berhasil mengembangkan lingkungan yang sehat tersebut melalui penelitian dan penggunaan bioteknologi terbaik.

Mikroorganisme yang digunakan adalah bakteri, fungi atau ragi. Satu mikroorganisme mengandung lebih dari 1.000 enzym yang berbeda. Penelitian dan percobaan yang panjang selama masa ‘trial and error’ telah mematangkan bioteknologi kami sehingga dapat memproduksi enzym yang sesuai untuk kebutuhan industri pakan ternak. Mikroorganisme penghasil enzym ini hidup dan berkembang dalam tangki fermentasi raksasa yang kami kelola sedemikian rupa sehingga juga menjadi proteksi biologis dalam sanitasi lingkungan proses.

Selain membentuk enzym, mikroorganisme yang terkandung juga memiliki fungsi probiotik. Secara alamiah sifat probiotik yang dimiliki oleh produk kami adalah probiotik yang bersifat ‘established’ bukan sekedar ‘supplement’ karena tercipta melewati proses alamiah yang sama dengan cara kerja usus.

Melalui teknologi pemrosesan tingkat lanjut maka dibentuklah produk 1M-Bio®PZ dalam bentuk bubuk (Powder) sehingga dapat disertakan dalam pakan untuk mempercepat daya kerja mikroorganisme dalam usus.

Multifungsi sebagai probiotik dan enzym ini menghasilkan perpaduan efisiensi yang lebih tinggi dalam pakan:

  1. Mengurangi penggunaan antibiotika sampai ke level Nol (0)
  2. Memperbaiki dan menjaga saluran pernafasan dan pencernaan sehingga didapatkan efisiensi penggunaan pakan yang sangat baik, FCR turun dengan signifikan.
  3. Mengurangi penggunaan DCP (DiCalcium Phospat) dalam jumlah signifkan.
  4. Memperkuat antibodi sebagai immunomodulator sehingga efektivitas vaksin menjadi maksimal.
  5. Kotoran menjadi lebih kering dan biaya lingkungan serta pembasmian lalat akan menurun secara signifikan karena kotoran tidak disukai oleh lalat.
  6. Pada ayam petelur, warna kerabang akan menjadi lebih coklat dan kulit kerabang lebih bersih (tingkat patogen menurun).
  7. Berat telur naik karena penyerapan Calcium jauh lebih sempurna sehingga cangkang telur lebih tebal.

Video 1M-Bio®PZ

Diambil dengan mikroskop dengan perbesaran 400X,
terlihat bahwa bakteri langsung hidup aktif begitu larut dalam cairan

ATURAN PAKAI:

  • Fungsi Enzym saja:
    • Layer
      • Crumble/pellet: 175 gr/ton pakan
      • Mash: 150 gr/ton pakan
    • Broiler
      • Crumble/pellet: 175gr/ton pakan
  • Fungsi Probiotic dan Enzym:
    • Layer
      • Crumble/pellet: 300gr/ton pakan
      • Mash: 300gr/ton pakan
    • Broiler
      • Crumble/pellet: 300gr/ton pakan
Share

Leave a Reply