1M-Bio®FlyC – Pengendali Lalat

1M-Bio®FlyC

Pembasmi Larva dan Pengusir Lalat/serangga bio-Organik yang diproses dengan bio-teknologi hijau (Green biotechnology)

Kegunaan:

  • Membasmi larva lalat dengan bahan bioorganik yang aman bagi lingkungan sehingga kotoran akan menjadi lebih kering
  • Mengusir Lalat dan serangga lainnya sehingga meningkatkan produktivitas hewan ternak (pertumbuhan dan produksi)
  • Menghilangkan bau kotoran yang menyengat karena Ammonia
  • Mengurangi kemungkinan infeksi penyakit yang seringkali dibawa oleh Lalat maupun serangga lainnya (Necrotic Enteritis, malaria, dsb)
  • Menjaga keseimbangan Ekosistem (rantai makanan) sehingga hewan ternak dapat terlindungi dari lalat dan serangga
  • Tidak mengandung racun kimia yang dapat menimbulkan iritasi pada hewan ternak ataupun manusia
  • Dapat diberikan berulang-ulang tanpa kekhawatiran terjadinya resistensi

Hasil Pemakaian 1M-Bio®FlyC:

  • Penyiraman larva lalat yang terkonsentrasi pada tempat tertentu dengan perbandingan 1:10 menghasilkan kecepatan pembasmian yang signifikan.
  • Karena pemberiannya sporadis (hanya tempat yang kelihatan larva) maka untuk hasil yang lebih maksimal pada seluruh areal disemprotkan (spraying) dengan perbandingan 1:20 yang bertujuan mengusir lalat dan serangga lainnya.
  • Setelah pemberian 4 kali maka jumlah lalat berkurang secara signifikan dan ini akan bertahan terus apabila pemberian diteruskan secara kontinu 1-2 minggu sekali (tergantung kebutuhan).
  • Pada percobaan kami menunjukkan bahwa kandang yang diberi 1M-Bio®FlyC dengan pengulangan tidak mengalami masalah dengan serangga walaupun pada kandang yang berdekatan lebih banyak lalatnya (lalat tidak mau kembali ke kandang percobaan).

Perbedaan Racun Kimia dan 1M-Bio®FlyC adalah:

  • Racun Kimia bekerja cepat akan tetapi tidak pernah tuntas, karena hampir tidak mungkin kita membasmi serangga di ruangan bebas terbuka secara tuntas. Hasilnya malah kita meracuni lingkungan termasuk hewan ternak dan manusia yang ada di sekitar aplikasi racun.
  • 1M-Bio®FlyC dibuat dengan bio-teknologi hijau, menggunakan bahan-bahan organik (alami) dan bakteri pengurai (yang sifatnya bukan patogen) sehingga aman bagi hewan ternak dan manusia dan bahkan tumbuhan.
  • Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa penggunaan racun lalat dari tahun ke tahun makin meningkat (bukan menurun) terutama pada saat musim hujan, artinya bahwa solusi penggunaan racun ini tidak efektif dalam jangka panjang (bahkan sangat merugikan).
  • Bahan bioorganik bekerja secara alami sehingga tidak dapat dilihat hasilnya dalam jangka pendek, akan tetapi pemakaian setelah lebih dari 1 (satu) bulan akan memperlihatkan hasil yang memuaskan dan akan bertahan dalam jangka panjang.
  • Telah dibuktikan bahwa kandang yang diberi 1M-Bio®FlyC secara tepat, memberikan hasil yang memuaskan dan tidak mengalami gangguan serius dari kandang di sekitarnya yang bermasalah dengan lalat. Artinya masalah dapat selesai secara tuntas dan tidak kembali lagi.
  • Ekonomis, point ini yang paling penting karena semua masalah dalam peternakan ujung-ujungnya adalah biaya. Pemakaian racun kimia  akan menghabiskan biaya karena tidak pernah tuntas. Dengan menggunakan teknologi bioorganik yang kami kembangkan maka biaya untuk mengatasi masalah lalat dan serangga lainnya akan jauh lebih ekonomis.

Ciri-ciri Kotoran Ternak yang Berisi Larva:

  • Kotoran kelihatan utuh akan tetapi berlubang-lubang
  • Kotoran kelihatan basah dan berwarna agak kehitaman
  • Larva menempati kotoran bagian tengah dari tumpukan kotoran (1-2 cm) dari atas tumpukan sehingga tidak kelihatan jelas
  • Telur Lalat berwarna putih berbentuk seperti buah kelapa diparut
Share

Leave a Reply